Palestina

Hari Anak Palestina, Ribuan Suara Anak Anak Di Gaza Masih Tenggelam Oleh Dentuman Bom

Logo

Posted by: Niesky H.P

06 April 2026 09:28 WIB

Hari Anak Palestina, Ribuan Suara Anak Anak  Di Gaza Masih Tenggelam Oleh Dentuman Bom
Foto: Sejak tahun 1995, setiap 5 April diperingati sebagai hari anak Palestina.

Gaza- Sejak tahun 1995, setiap 5 April diperingati sebagai hari anak Palestina. Di tengah peringatan tersebut sampai saat ini suara anak-anak Gaza tak lagi terdengar. Keceriaan suara dan canda anak - anak di Palestina nyaris tidak terlihat.

Suara anak – anak tersebut tenggelam oleh dentuman bom dan reruntuhan bangunan.

Kementerian Pembangunan Sosial Palestina menyerukan dunia internasional agar mendesak melindungi generasi yang kini menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern.

Dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Info Palestina, kementerian mengungkapkan angka yang mencengangkan.

ADVERTISEMENT

Ada lebih dari 73.500 warga Palestina wafat sejak Oktober 2023, termasuk sedikitnya 21.510 anak-anak. Sementara itu, lebih dari 41.283 anak terluka serta ribuan yang masih hilang di bawah reruntuhan.

Ribuan anak menyimpan kisah pilu tentang masa kecil yang terenggut. Mereka kehilangan keluarga, rumah dan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta pendidikan.

Bukan hanya itu, kondisi kesehatan mereka juga memburuk. Setiap hari, sekitar 15 anak mengalami cacat permanen. Tercatat 864 anak harus menjalani amputasi, sementara 1.268 lainnya menderita cedera serius pada otak dan sumsum tulang belakang.

Krisis ini diperparah oleh runtuhnya sistem kesehatan dan terhambatnya masuknya peralatan medis serta prostetik. Selain itu, kekurangan gizi meluas, mengancam tumbuh kembang anak-anak yang tersisa.

Dari segi sosial, sedikitnya 18.000 anak kehilangan orang tua atau terpisah dari keluarga. Jumlah anak yatim meningkat drastis hingga mencapai 55.157—sebuah angka yang mencerminkan luka mendalam dalam struktur sosial masyarakat Gaza.

Sektor pendidikan pun tidak luput dari kehancuran. Selama dua tahun akademik berturut-turut, pendidikan formal terhenti. Upaya pembelajaran alternatif tidak mampu menjangkau semua anak akibat keterbatasan listrik, internet, serta minimnya ruang aman untuk belajar.

Kementerian menilai kondisi ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap Konvensi Hak Anak, yang menjamin hak hidup, perlindungan, pendidikan, dan kesejahteraan bagi setiap anak.

Kementerian juga mengecam “keheningan internasional” atas penderitaan anak-anak Gaza, serta kegagalan Israel dalam memenuhi tanggung jawab hukum dan kemanusiaannya.

Seruan disampaikan kepada komunitas global untuk mengambil langkah konkret, termasuk menghentikan pembunuhan dan penahanan anak-anak, menuntut pertanggungjawaban pelaku kejahatan perang, serta membangun mekanisme perlindungan internasional bagi anak-anak Palestina.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!