Palestina

Ratusan Warga Israel Masuki Kompleks Al-Aqsa Saat Perayaan Hari Kemerdekaan, Ketegangan di Yerusalem Meningkat

Logo

Posted by: Adithya Fahmi Rifanka

23 April 2026 07:39 WIB

Ratusan Warga Israel Masuki Kompleks Al-Aqsa Saat Perayaan Hari Kemerdekaan, Ketegangan di Yerusalem Meningkat
Foto: Istimewa

Yerusalem, 22 April 2026 — Ketegangan kembali meningkat di Yerusalem Timur setelah ratusan warga Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Rabu (22/4), bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Israel menurut kalender Ibrani. Otoritas Yerusalem yang berafiliasi Palestina menyebut sebanyak 508 orang memasuki area suci tersebut pada sesi pagi dengan pengawalan aparat keamanan Israel.


Kompleks Al-Aqsa, yang oleh umat Islam dikenal sebagai situs tersuci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, berada di kawasan Kota Tua Yerusalem Timur. Dalam tradisi Yahudi, lokasi yang sama dikenal sebagai Temple Mount dan memiliki makna religius penting. Karena sensitivitas dua klaim keagamaan itu, setiap kunjungan massal ke lokasi tersebut kerap memicu ketegangan politik dan keamanan.


ADVERTISEMENT

Menurut laporan media regional, sebagian pengunjung melakukan ritual keagamaan Yahudi di dalam area kompleks, termasuk doa bersama dan tindakan sujud di beberapa titik dekat Bab Al-Rahma serta Kubah Batu (Dome of the Rock). Pihak Palestina memandang aktivitas tersebut sebagai pelanggaran terhadap status quo yang telah lama berlaku di kawasan itu.


Status quo yang dimaksud merujuk pada pengaturan pasca-1967, di mana pengelolaan keagamaan kompleks berada di bawah Waqf Yordania, sementara keamanan eksternal dikendalikan Israel. Dalam praktiknya, umat Muslim diperbolehkan beribadah di lokasi tersebut, sedangkan non-Muslim dapat berkunjung pada jam tertentu dengan aturan ketat.


Sejumlah saksi mata dan laporan setempat juga menyebut aparat Israel memberlakukan pembatasan akses terhadap sebagian jamaah Muslim pada waktu kunjungan berlangsung. Langkah semacam ini lazim dilakukan aparat keamanan Israel dengan alasan mencegah bentrokan, namun kerap menuai kritik dari warga Palestina dan negara-negara Arab.


Peristiwa kali ini terjadi di tengah suasana politik yang masih panas di kawasan. Dalam beberapa bulan terakhir, isu Yerusalem dan tempat-tempat suci kembali menjadi fokus perhatian internasional setelah serangkaian pembatasan, bentrokan sporadis, serta kunjungan pejabat dan kelompok nasionalis Israel ke area tersebut.


Masjid Al-Aqsa sendiri baru kembali dibuka awal April lalu setelah penutupan selama sekitar 40 hari, menurut laporan Anadolu Agency. Penutupan itu terjadi di tengah situasi keamanan regional yang menegang.


Beberapa negara di kawasan sebelumnya juga telah mengecam insiden serupa. Qatar, misalnya, sehari sebelum kejadian terbaru, mengutuk masuknya kelompok Israel ke kompleks Al-Aqsa serta pengibaran bendera Israel di dalam kawasan itu, dan menyerukan tindakan internasional untuk menghentikan pelanggaran terhadap tempat suci tersebut.


Hingga Rabu malam waktu setempat, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau bentrokan besar dalam insiden terbaru ini. Namun analis menilai kejadian di Al-Aqsa hampir selalu memiliki dampak politik yang lebih luas karena menyangkut simbol agama, identitas nasional, dan status Yerusalem yang masih disengketakan.


Komunitas internasional secara umum terus menyerukan penghormatan terhadap status quo di situs-situs suci Yerusalem serta menahan diri dari langkah-langkah provokatif yang berpotensi memperburuk situasi keamanan di wilayah tersebut.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!