Arab Saudi, Berita

Arab Saudi Matangkan Persiapan Haji 2026, Jemaah Pertama Mulai Berdatangan

Logo

Posted by: Adithya Fahmi Rifanka

20 April 2026 13:48 WIB

Arab Saudi Matangkan Persiapan Haji 2026, Jemaah Pertama Mulai Berdatangan
Foto: Istimewa

20 April 2026 — Musim haji 1447 H resmi dimulai. Arab Saudi telah memulai penerimaan jemaah haji internasional sejak 18 April 2026, menandai babak baru dari salah satu ibadah terbesar dalam sejarah Islam. Jutaan Muslim dari penjuru dunia bersiap menuju Tanah Suci untuk melaksanakan rukun Islam kelima, dengan puncak wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada 25–30 Mei 2026 berdasarkan perhitungan kalender Hijriyah, dengan kepastian menunggu pengumuman resmi Mahkamah Agung Arab Saudi.


Kiswah Ka'bah Dinaikkan, Tanda Musim Haji Dimulai

Salah satu penanda paling ikonik dimulainya musim haji adalah penaikan bagian bawah Kiswah — kain penutup Ka'bah — sejauh tiga meter dari permukaan lantai. Prosesi yang berlangsung pada 18 April 2026 ini dilaksanakan oleh tim khusus yang terdiri dari 34 pengrajin terampil dan diselesaikan hanya dalam waktu dua jam. Sebagai gantinya, kain katun putih selebar dua meter dipasang mengelilingi keempat sisi Kaabah sebagai pelindung selama musim padat jemaah. Langkah ini merupakan prosedur pemeliharaan tahunan yang dilakukan demi menjaga keutuhan Kiswah dari gesekan selama tawaf berlangsung.

ADVERTISEMENT


Akses Makkah Diperketat, Visa Umrah Ditangguhkan

Sejak 18 April 2026, Arab Saudi resmi memberlakukan pembatasan masuk ke Kota Makkah. Hanya individu yang memiliki izin tinggal di Makkah, izin kerja di Tempat Suci, atau visa haji resmi yang diizinkan memasuki kota tersebut. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menegaskan bahwa melaksanakan haji tanpa izin resmi merupakan pelanggaran serius, dengan sanksi berupa denda sebesar SAR 20.000 (sekitar Rp 90 juta), deportasi, dan larangan masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun.


Bersamaan dengan itu, penerbitan visa umrah melalui platform Nusuk telah dihentikan sementara sejak 18 April hingga 31 Mei 2026, berlaku bagi seluruh kategori pengunjung termasuk warga Arab Saudi, warga negara GCC, dan pemegang visa lainnya.


Infrastruktur dan Kapasitas Ditingkatkan Signifikan

Untuk musim haji tahun ini, maskapai Saudia — flag carrier Arab Saudi — mengerahkan armada 160 pesawat guna menyediakan lebih dari satu juta kursi bagi jemaah dari seluruh dunia. Secara keseluruhan, Arab Saudi telah menyiapkan rencana transportasi dengan total 3,1 juta tempat duduk dan 12.000 penerbangan selama musim haji berlangsung.


Di kawasan Mina, proyek Rabigh Qadeena yang baru diresmikan mencakup lahan seluas 33.000 meter persegi dengan 62 gedung berkapasitas lebih dari 15.000 jemaah, dan berpotensi ditingkatkan hingga 30.000 jemaah apabila seluruh kompleks 10 tower beroperasi penuh.


Makkah Route: Inovasi Layanan Jemaah

Arab Saudi juga terus mengembangkan program Makkah Route Initiative, sebuah sistem pemrosesan haji terpadu yang dilakukan di negara keberangkatan jemaah. Program ini sudah menyambut penerbangan perdana dari Bangladesh, Pakistan, Turki, dan Afghanistan. Jemaah yang mengikuti program ini memperoleh pemrosesan dokumen, imigrasi, dan bea cukai secara elektronik sebelum terbang, sehingga begitu mendarat di Madinah atau Jeddah, mereka dapat langsung diarahkan ke penginapan tanpa antrean panjang.


Indonesia Segera Berangkat

Bagi jemaah asal Indonesia, jadwal pemberangkatan gelombang pertama dimulai 22 April 2026 menuju Madinah, dengan jemaah mulai masuk asrama haji sejak 21 April 2026. Indonesia merupakan negara dengan kuota jemaah haji terbesar di dunia, yakni sekitar 229.000 jemaah per tahun — diikuti Pakistan (179.210) dan India (175.025). Sistem kuota ini ditentukan berdasarkan proporsi populasi Muslim tiap negara, dengan patokan umum satu jemaah per 1.000 penduduk Muslim. Secara keseluruhan, total jemaah haji dari seluruh dunia — termasuk jemaah domestik Arab Saudi — diperkirakan berkisar antara 1,7 hingga 1,9 juta orang.


Vaksinasi Wajib: Jangan Sampai Terlewat

Salah satu syarat masuk yang paling krusial dan sering terlewatkan adalah kewajiban vaksinasi. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mewajibkan seluruh jemaah — dewasa maupun anak-anak di atas usia satu tahun — untuk menunjukkan bukti vaksinasi meningitis kuadrivalen ACYW. Vaksin ini melindungi dari empat strain bakteri Neisseria meningitidis yang berpotensi fatal dan mudah menyebar di kerumunan padat. Vaksin wajib diberikan minimal 10 hari sebelum keberangkatan, dan berlaku selama 3 hingga 5 tahun tergantung jenis formulasinya. Tanpa sertifikat vaksinasi ini, jemaah dapat ditolak masuk ke Arab Saudi.


Selain meningitis, jemaah dari negara-negara dengan risiko penyakit tertentu juga diwajibkan membawa bukti vaksinasi polio dan demam kuning (yellow fever). Vaksin influenza dan COVID-19 tidak diwajibkan, namun sangat dianjurkan oleh otoritas kesehatan Saudi mengingat jutaan orang berkumpul di satu tempat dalam waktu bersamaan. Seluruh vaksin sebaiknya dicatat dalam Kartu Vaksinasi Internasional yang dikeluarkan oleh fasilitas kesehatan resmi. Jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan kronis diimbau untuk berkonsultasi dengan dokter jauh sebelum keberangkatan.


Dengan seluruh persiapan yang telah dilakukan, Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji 1447 H berjalan aman, tertib, dan bermakna bagi setiap jemaah yang menempuh perjalanan spiritual ke Tanah Suci.

_____


Ditulis berdasarkan laporan Saudi Gazette, Arab News, Gulf News, wdan berbagai sumber resmi, 20 April 2026.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!