Berita

DDII Imbau Pemerintah RI Tuntut Pertanggungjawaban Israel Atas Gugurnya TNI di Lebanon

Logo

Posted by: Niesky H Permana

03 April 2026 09:50 WIB

DDII Imbau Pemerintah RI Tuntut Pertanggungjawaban Israel Atas Gugurnya TNI di Lebanon
Foto: Istimewa

Jakarta - Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menanggapi tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon.

DDII mengimbau agar pemeritah RI lebih aktif menuntut pertanggungjawaban Israel. “Indonesia harus membalas perlakuan kejam Israel tersebut. Tidak cukup hanya dengan pernyataan, kecaman dan kutukan,” kata Ketua Umum DDII, Dr. Adian Husaini di Jakarta , Kamis ( 2/4/2026 ).

Adian menanggapi hal tersebut atas pernyataan Kemenlu yang hanya mengecam serangan tersebut. "Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," begitu pernyataan resmi Kemenlu RI. 

Selanjutnya, Adian mengatakan, DDII memandang kelakuan negara Zionis Israel semakin membabi buta dan semakin kalap, sejalan dengan semakin melemahnya dukungan internasional atas mereka. “Semakin kejam negara Israel, akan semakin terpuruk. Itu sudah semakin nyata,” imbuh pendiri Pesantren at-Taqwa Depok ini.

ADVERTISEMENT

Adian menambahkan, momentum kepanikan Israel harus dimanfaatkan Indonesia untuk mengajak negara-negara Islam anggota OKI lainnya agar semakin aktif menekan komunitas internasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Israel harus dipaksa untuk tunduk pada hukum internasional dan para pemimpinnya segera diadili oleh pengadilan kriminal internasional,” pungkas Dr. Adian. 

Seperti diketahui, Ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Mereka diserang zionis Israel saat sedang bertugas di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan.

Kontingen Pasukan Perdamaian yang bernama Praka Farizal Rhomadhon gugur usai proyektil meledak di dekat salah satu posisi kelompok tersebut di dekat Desa Adchit al-Qusayr di Lebanon selatan.

Selanjutnya, Senin (30/3/2026), PBB mengkonfirmasi lagi dua prajurit TNI meninggal setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL. Sementara dua lainnya terluka. Insiden itersebut  terjadi di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan. *

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!