Kesehatan

Wajib Tahu, Ini Arti Warna Nutri Level pada Minuman Berpemanis, dari Hijau hingga Merah

Logo

Posted by: Asdarianto

22 April 2026 15:09 WIB

Wajib Tahu, Ini Arti Warna Nutri Level pada Minuman Berpemanis, dari Hijau hingga Merah
Foto: Arti Warna Nutri Level

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan resmi menerapkan kebijakan baru yang mewajibkan minuman berpemanis mencantumkan label Nutri-Level. Kebijakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk menekan konsumsi gula berlebih di masyarakat yang selama ini menjadi pemicu berbagai penyakit tidak menular.


Dengan adanya label ini, masyarakat kini bisa lebih mudah memahami kandungan gizi dalam minuman hanya dengan melihat warna dan huruf yang tertera. Namun, apa sebenarnya arti dari setiap warna Nutri-Level tersebut?


Nutri-Level adalah sistem pelabelan gizi yang menunjukkan kadar gula, garam, dan lemak (GGL) dalam suatu produk, khususnya minuman manis siap saji. Label ini menggunakan kombinasi huruf (A–D) dan warna untuk memudahkan konsumen dalam memilih produk yang lebih sehat.

ADVERTISEMENT


Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan tahun 2026 yang mewajibkan pelaku usaha, terutama skala besar, untuk mencantumkan informasi tersebut di kemasan maupun media penjualan seperti menu, aplikasi, hingga brosur.

Tujuan utamanya jelas: memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengonsumsi minuman berpemanis.


Sistem Nutri-Level dibagi menjadi empat kategori utama, masing-masing dengan warna yang berbeda. Warna ini menjadi indikator cepat untuk mengetahui seberapa “sehat” sebuah minuman.


Level A (Hijau Tua)

Kategori ini menunjukkan minuman dengan kandungan gula, garam, dan lemak paling rendah. Produk dengan label ini dianggap paling sehat dan aman untuk dikonsumsi secara rutin.


Level B (Hijau Muda)

Masih tergolong aman, namun kandungan GGL sedikit lebih tinggi dibanding Level A. Minuman dalam kategori ini tetap bisa dikonsumsi, tetapi sebaiknya tidak berlebihan.


Level C (Kuning)

Menandakan kandungan gula, garam, dan lemak berada di tingkat sedang. Konsumen disarankan mulai membatasi konsumsi, terutama jika dikonsumsi secara rutin.


Level D (Merah)

Ini adalah level dengan kandungan GGL paling tinggi. Minuman dalam kategori ini sebaiknya dikonsumsi secara sangat terbatas karena berisiko tinggi terhadap kesehatan.


Semakin mendekati warna merah, semakin tinggi kandungan gula dan semakin besar risiko kesehatan yang ditimbulkan.


Penerapan Nutri-Level bukan tanpa alasan. Data menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih berkaitan erat dengan meningkatnya kasus obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.


Kementerian Kesehatan ingin mengubah pola konsumsi masyarakat dengan pendekatan sederhana namun efektif: visualisasi warna. Dengan melihat label merah, misalnya, konsumen langsung memahami bahwa produk tersebut perlu dibatasi.


Selain itu, kebijakan ini juga mendorong pelaku industri untuk berinovasi menciptakan produk dengan kandungan gula lebih rendah agar mendapatkan label yang lebih “hijau”.


Minuman Apa Saja yang Wajib Pakai Label Ini?


Pada tahap awal, kebijakan ini menyasar minuman berpemanis siap saji yang diproduksi oleh usaha skala besar. Beberapa contoh yang termasuk dalam kategori ini antara lain:

-Kopi susu kekinian

-Minuman boba

-Teh manis dan teh tarik

-Jus dengan tambahan gula


Produk-produk ini akan menampilkan Nutri-Level di berbagai media, termasuk kemasan dan aplikasi pemesanan online.

Langkah ini diharapkan mampu menjangkau konsumen secara luas, terutama generasi muda yang menjadi target utama konsumsi minuman manis.


Kebijakan Nutri-Level mendapat respons beragam dari masyarakat dan pelaku industri. Sebagian besar menyambut baik karena dianggap membantu edukasi gizi secara praktis.


Di sisi lain, ada juga kekhawatiran terkait dampaknya terhadap penjualan produk tertentu. Namun, pemerintah menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah kesehatan masyarakat, bukan pembatasan bisnis.


Seorang pejabat kesehatan bahkan menegaskan bahwa sistem ini dirancang agar masyarakat bisa “lebih sadar sebelum membeli,” bukan melarang konsumsi sepenuhnya.


Penggunaan warna dalam Nutri-Level dinilai sebagai pendekatan yang efektif. Tidak semua orang memahami tabel gizi yang rumit, tetapi hampir semua orang bisa memahami arti warna.


Hijau berarti aman, kuning berarti hati-hati, dan merah berarti batasi. Konsep sederhana ini menjadi kunci keberhasilan program tersebut.


Kehadiran Nutri-Level menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi gula. Kini, memilih minuman tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal kesehatan.


Dengan memahami arti warna dari A hingga D, konsumen bisa mengambil keputusan yang lebih bijak. Seperti pesan utama dari kebijakan ini: semakin hijau, semakin baik untuk tubuh.


Ke depan, kebiasaan kecil seperti memperhatikan label Nutri-Level bisa menjadi perubahan besar dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!