JAKARTA – Pendistribusian hewan kurban di Indonesia masih belum merata. Di tengah melimpahnya distribusi di wilayah perkotaan, banyak masyarakat di pelosok justru belum merasakan daging kurban secara rutin.
Fakta di lapangan memperlihatkan bahwa sebagian masyarakat di pelosok hanya dapat mengonsumsi daging pada momen tertentu, bahkan tidak setiap tahun. Kondisi ini mencerminkan kesenjangan akses protein hewani sekaligus tantangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Menjawab kondisi tersebut, LAZNAS ZIS INDOSAT resmi meluncurkan program Kurban Tanpa Batas 2026 agar momen kebahagiaan Idul Adha dapat menjangkau wilayah pedalaman dan pelosok Indonesia, khususnya daerah yang belum pernah atau jarang menerima distribusi qurban. Wilayah sasaran meliputi Banten, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua Selatan, Bogor, Bandung Barat, Cilacap, Mataram, Sumba, Situbondo/Bondowoso, Jember, Sumenep, Gunung Sindur, Bima, Afrika, dan Palestina.
“Kami ingin memastikan kurban benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan, hingga ke pelosok negeri,” ujarnya dalam acara peluncuran Program Kurban Tanpa Batas di Jakarta Selatan, Rabu 8 April 2026.
Sementara itu, Manajer Retail & Community Commercial Division Laznas ZIS Indosat Dimas Maulana Putra mengatakan, tiap tahun masyarakat yang ingin berkurban terus bertambah. Sehingga target yang dicapai Laznas Zis Indosat juga mengalami peningkatan.
“Tahun ini target kami sekitar 1.600 pekurban dengan lebih dari 800 hewan kurban dan 22 ribu penerima manfaat. Ini meningkat signifikan dari tahun sebelumnya,” kata Dimas.
Sementara itu, untuk tahun juga berbeda, tidak seperti tahun tahun sebelumnya, program tahun ini akan ada perbedaan. Pendistribusian lebih luas dan jumlah hewan kurban juga akan lebih banyak.
"Tahun ini Zis Indosat telah bertransformasi menjadi Lasnaz Zis Indosat , otomatis jangkauan lebih luas dan hewan kurban juga akan lebih banyak ,"pungkas Wakhid.
