Pemerintah Kabupaten Tegal resmi memberangkatkan sebanyak 1.472 calon jemaah haji (CJH) untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Pendopo Amangkurat, Slawi, dan menjadi momen penuh haru sekaligus kebanggaan bagi masyarakat setempat.
Jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Tegal sebagai salah satu daerah dengan kuota jemaah haji terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Bahkan, daerah ini masuk dalam lima besar penyumbang jemaah terbanyak di tingkat provinsi.
Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberangkatan haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan panggilan istimewa dari Allah SWT. Ia menyebut para jemaah sebagai orang-orang terpilih yang mendapat kesempatan langka untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Hari ini adalah momen istimewa, bukan hanya bagi Bapak/Ibu sekalian, tetapi juga bagi kami dan seluruh masyarakat. Bapak/Ibu adalah tamu Allah SWT,” ujar Ischak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ischak juga memberikan sejumlah pesan penting kepada para jemaah. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Menurutnya, rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina prima karena aktivitas yang padat dan kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia. Oleh karena itu, jemaah diminta menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta selalu mengikuti arahan petugas.
“Jaga pola makan, istirahat yang cukup, dan ikuti arahan petugas selama di Tanah Suci,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan jemaah untuk selalu berkoordinasi dengan ketua kelompok terbang (kloter) agar tidak terpisah dari rombongan. Hal ini dinilai penting untuk menghindari risiko tersesat di tengah jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tegal, Muhaimin, menjelaskan bahwa total 1.472 jemaah tersebut akan diberangkatkan secara bertahap mulai 20 April 2026.
Para jemaah akan terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Sebagian besar kloter diisi penuh oleh jemaah asal Kabupaten Tegal, sementara sisanya bergabung dengan daerah lain seperti Brebes, Pemalang, hingga Kudus.
Muhaimin juga menambahkan bahwa jumlah jemaah bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti adanya jemaah yang mengundurkan diri atau meninggal dunia sebelum keberangkatan.
“Jumlah ini masih bisa berubah sesuai kondisi di lapangan, termasuk adanya penggantian jemaah,” jelasnya.
Menariknya, jemaah haji asal Kabupaten Tegal tahun ini memiliki rentang usia yang cukup beragam. Jemaah termuda berusia sekitar 17–18 tahun, sementara yang tertua mencapai 88 tahun.
Keberagaman ini menunjukkan bahwa ibadah haji dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia, selama memenuhi syarat kesehatan dan kesiapan mental. Pemerintah daerah pun memberikan perhatian khusus kepada jemaah lansia dengan menyiapkan pendamping serta layanan kesehatan yang memadai.
Dalam pesannya, Bupati Tegal juga menyampaikan harapan agar seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam kondisi lengkap tanpa kekurangan satu pun.
“Berangkat 1.472 orang, saya berharap pulang juga 1.472 orang dalam keadaan sehat dan selamat,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan meraih predikat haji mabrur, yang menjadi tujuan utama setiap Muslim dalam menunaikan ibadah haji.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, sebanyak puluhan petugas haji telah disiapkan untuk mendampingi jemaah selama di Arab Saudi. Mereka terdiri dari pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, serta petugas lapangan yang siap membantu kebutuhan jemaah.
Pemerintah daerah juga memastikan seluruh proses persiapan, mulai dari administrasi, kesehatan, hingga pembekalan manasik, telah dilakukan secara maksimal.
Hal ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji, sekaligus memastikan mereka dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Keberangkatan 1.472 calon jemaah haji dari Kabupaten Tegal menjadi momentum penting yang sarat makna spiritual dan sosial. Di tengah persiapan yang matang, pesan utama yang ditekankan adalah menjaga kesehatan, disiplin, serta memperkuat niat ibadah.
Dengan dukungan pemerintah dan kesiapan jemaah, diharapkan seluruh proses ibadah haji berjalan lancar. Lebih dari itu, perjalanan ini bukan hanya tentang keberangkatan, tetapi juga tentang kembali dengan membawa predikat haji mabrur dan pengalaman spiritual yang mendalam.
