Presiden Argentina Javier Milei menghadiri kunjungan kenegaraan ke Israel dari tanggal 19 hingga 22 April 2026. Kunjungan tiga hari tersebut mencakup serangkaian pertemuan diplomatik tingkat tinggi dan pengumuman-pengumuman strategis yang menandai pendalaman hubungan antara kedua negara, menurut laporan dari The Times of Israel, Al Jazeera, dan JNS.
KUNJUNGAN KE TEMBOK BARAT DAN PERTEMUAN NETANYAHU
Setibanya di Israel pada hari Minggu, 19 April 2026, Milei langsung menuju Tembok Barat di Yerusalem Timur. Menurut laporan The New Arab (19 April 2026), Presiden Argentina mengenakan kippah yang disulam dengan namanya dalam aksara Ibrani dan berdoa untuk "perdamaian Israel dan Argentina." Ia juga membaca Taurat bersama rabi setempat.
Pada malam yang sama, Milei bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membahas hubungan bilateral dan isu-isu regional. Dalam pertemuan tersebut, menurut laporan Yahoo News dan AFP (19 April 2026), keduanya menandatangani pernyataan bersama yang menegaskan dukungan Argentina terhadap operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
PERTAMA SEBAGAI PEMIMPIN ASING MENYALAKAN OBOR DI UPACARA KEMERDEKAAN ISRAEL
Selama kunjungannya, Milei akan menjadi pemimpin asing pertama yang menyalakan obor dalam upacara resmi Hari Kemerdekaan Israel ke-78, menurut laporan JNS dan The New Arab. Menteri Transportasi Israel Miri Regev menyatakan bahwa Milei dipilih karena dukungan kuatnya terhadap Israel.
Jadwal kunjungan mencakup pertemuan dengan Presiden Israel Isaac Herzog pada hari Senin, 21 April, serta penerimaan gelar doktor kehormatan dari Universitas Bar-Ilan. Pada hari Selasa, 22 April, Milei dijadwalkan mengunjungi Gereja Makam Kudus sebelum menutup kunjungannya dengan menyalakan obor di upacara Hari Kemerdekaan.
PENGUMUMAN PENERBANGAN LANGSUNG EL AL
Hasil konkret dari kunjungan ini adalah pengumuman peluncuran rute penerbangan langsung El Al antara Bandara Ben Gurion dan Buenos Aires. Menurut laporan Ynetnews dan Buenos Aires Times, penerbangan komersial pertama diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Pemerintah Israel telah menyetujui alokasi anggaran khusus untuk memastikan realisasi rute ini.
ISU PEMINDAHAN KEDUTAAN: STATUS TERKINI
Salah satu agenda utama kunjungan adalah isu pemindahan Kedutaan Besar Argentina dari Herzliya, yang terletak utara Tel Aviv, ke Yerusalem. Milei telah berkomitmen untuk pemindahan tersebut sejak kunjungannya pada Februari 2024, dan secara resmi mengumumkannya di hadapan parlemen Israel pada Juni 2025.
Dalam pertemuan dengan Netanyahu kali ini, menurut laporan Yahoo News dan AFP, Milei menyatakan: "Kami menegaskan kembali keinginan kami untuk memindahkan kedutaan Argentina ke Yerusalem sesegera kondisi memungkinkan. Kami menganggap hal ini perlu, dan yang terpenting, adil."
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemindahan kedutaan belum dilaksanakan selama kunjungan ini, meskipun komitmen Argentina tetap kuat. Menurut laporan Times of Israel yang diterbitkan pada 11 Januari 2026, rencana pemindahan sempat terhambat pada awal tahun ini karena ketegangan yang timbul dari rencana pengeboran lepas pantai di Kepulauan Falkland oleh perusahaan yang berbasis di Israel.
DUKUNGAN TERHADAP OPERASI MILITER REGIONAL
Dalam pernyataan bersama dengan Netanyahu, menurut laporan Yahoo News, Milei menyatakan bahwa dukungan Argentina terhadap operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran adalah "hal yang benar untuk dilakukan." Milei juga menandatangani "Isaac Accords," sebuah inisiatif untuk memperkuat hubungan Israel dengan negara-negara di Amerika Latin.
Presiden Argentina menekankan bahwa kedua negara adalah "saudara dalam penderitaan," menunjukkan solidaritas Argentina terhadap tantangan keamanan yang dihadapi Israel di kawasan.
KONTEKS HUBUNGAN ARGENTINA-ISRAEL
Kunjungan Milei merepresentasikan pendalaman signifikan dalam hubungan bilateral antara Argentina dan Israel. Pemerintah Argentina telah menunjukkan dukungan yang konsisten terhadap kebijakan Israel, termasuk melalui berbagai keputusan diplomatik dan simbol-simbol solidaritas yang diambil sejak Milei menjabat pada Desember 2023.
Menurut Al Jazeera, saat ini hanya enam negara yang memiliki kedutaan di Yerusalem, sehingga langkah Argentina akan menjadi keputusan diplomatik yang signifikan secara internasional.
