Artikel

Beyond the Meat : Menemukan Esensi Takwa di Balik Distribusi Daging

Logo

Posted by: Niesky H.P

27 April 2026 11:26 WIB

Beyond the Meat :  Menemukan Esensi Takwa di Balik Distribusi Daging
Foto: Foto Ilustrasi Kurban, Foto Freepik

Oleh: KH Bachtiar Nasir, Pembina AQL Qurban Care



Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan tentang bagaimana daging tersebut menjadi sarana memperluas kebaikan.

ADVERTISEMENT

Dalam perspektif Al-Qur’an, nilai utama kurban bukan terletak pada dagingnya, melainkan pada ketakwaan yang melandasinya.


Oleh karena itu, distribusi daging kurban memiliki dimensi sosial dan spiritual yang sangat dalam.

Sejak masa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, kurban tidak pernah dilepaskan dari semangat berbagi.


Dalam As-Sahihain, Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Barang siapa menyembelih hewan kurban sebelum salat Id, hendaknya ia mengulangi kurbannya.”

Seseorang berdiri dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari pembagian daging kurban,” lalu laki-laki itu menceritakan kesusahan yang dialami tetangganya, seakan-akan ia berharap Nabi Muhammad saw membenarkan perbuatannya.


Mendengar hal itu, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya.

Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kebutuhan orang lain menjadi bagian penting dalam praktik kurban.


Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ungkapan tersebut mengisyaratkan adanya kebutuhan nyata dari para tetangga terhadap makanan.

Dalam riwayat lain dari Al-Bara’ bin Azib, sahabat Abu Burdah mengatakan, “Aku makan serta memberi makan keluargaku dan tetanggaku.”

Pernyataan ini menjadi gambaran nyata bahwa kurban bukan sekadar konsumsi pribadi, melainkan momentum berbagi kebahagiaan dengan lingkungan sekitar.


Lebih jauh, Abu Ayyub al-Ansari menjelaskan bahwa pada masa Nabi Muhammad  Shallallahu 'alaihi wasallam , seseorang berkurban dengan satu kambing untuk dirinya dan keluarganya, lalu mereka makan dan memberi makan orang lain.

 

Tradisi ini begitu sederhana, penuh keikhlasan, dan sarat nilai kebersamaan, hingga kemudian pola tersebut berubah ketika manusia mulai terjebak dalam sifat berbangga-bangga.

Dari sini kita memahami bahwa esensi kurban bukan terletak pada banyaknya hewan atau besarnya distribusi, melainkan pada ruh berbagi dan ketakwaan yang menyertainya.


Daging kurban menjadi wasilah untuk membahagiakan keluarga, menguatkan hubungan dengan tetangga, serta mengangkat beban kaum fakir.

Kurban mengajarkan bahwa rezeki tidak untuk dinikmati sendiri, melainkan harus mengalir kepada sesama.

Ketika daging dibagikan, yang sebenarnya tersebar bukan hanya makanan, melainkan juga kasih sayang, empati, dan persaudaraan.


Beyond the meat, kurban adalah tentang menghadirkan takwa dalam bentuk nyata: berbagi, peduli, dan menyatukan hati manusia.

Sumber: Al-Mufassal fi Ahkam al-Udhiyah

 


AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

WA: 0857 1873 5254

IG: @aql.qurbancare

www.qurbancare.org

 

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!