BERLIN, 22 April 2026 – Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, secara resmi meluncurkan dokumen strategi militer mandiri pertama sejak berakhirnya Perang Dunia II. Dokumen bertajuk “Verantwortung für Europa” (Tanggung Jawab untuk Eropa) ini merinci cetak biru ambisius Berlin untuk membangun kekuatan militer konvensional terbesar dan terkuat di benua Eropa pada tahun 2039 guna menghadapi ancaman sistemik dari Rusia.
Transformasi Kekuatan Personel
Jerman berencana melakukan ekspansi besar-besaran pada struktur pasukannya. Target utama dalam satu dekade ke depan adalah membentuk kekuatan tempur siap pakai sebanyak 460.000 personel. Jumlah ini terdiri dari:
260.000 tentara aktif (meningkat drastis dari angka saat ini yang berkisar di 185.000).
200.000 pasukan cadangan yang akan diintegrasikan secara penuh ke dalam sistem pertahanan nasional dan logistik NATO.
Tiga Fase Menuju Dominasi Militer
Rencana jangka panjang ini akan dilaksanakan melalui tiga tahap strategis:
- Fase 1 (Hingga 2029): Fokus pada "maksimalisasi cepat" kesiapan tempur, pengisian stok amunisi, dan penguatan sistem pertahanan udara. Jerman berkomitmen mengalokasikan 3,5% dari PDB untuk pertahanan pada periode ini.
- Fase 2 (Hingga 2035): Pengembangan kemampuan serangan presisi jarak jauh (deep precision strike) dan sistem pertahanan terhadap rudal hipersonik.
- Fase 3 (Hingga 2039): Mencapai "Superioritas Teknologi" melalui integrasi kecerdasan buatan (AI), sistem tempur otonom, dan jaringan komando terdigitalisasi.
Analisis Strategis: Pergeseran Geopolitik
Pistorius menegaskan bahwa langkah ini merupakan "titik balik bersejarah" (Zeitenwende). Strategi ini menandai pergeseran Jerman dari ketergantungan penuh pada Amerika Serikat menuju kemandirian keamanan Eropa. Berlin kini memosisikan dirinya sebagai "jangkar konvensional" NATO di sisi timur.
Secara ilmiah, dokumen ini menunjukkan transisi Jerman dari model militer yang berorientasi pada manajemen krisis internasional menjadi model pertahanan wilayah dan kolektif (Land and Alliance Defense). Dengan anggaran pertahanan yang diproyeksikan mencapai €108 miliar per tahun, Jerman berupaya melampaui kapabilitas militer konvensional Inggris dan Prancis dalam lima belas tahun ke depan.
