Internasional

Trump Sebut Iran Mungkin Perkuat Persenjataan Saat Jeda Tempur, Pembicaraan Baru Belum Diumumkan

Logo

Posted by: Adithya Fahmi Rifanka

24 April 2026 09:38 WIB

Trump Sebut Iran Mungkin Perkuat Persenjataan Saat Jeda Tempur, Pembicaraan Baru Belum Diumumkan
Foto: Istimewa

Washington/Tehran, 24 April 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran kemungkinan memperkuat kembali persenjataannya selama masa jeda tempur dua pekan yang berlangsung baru-baru ini. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (23/4) waktu setempat. (reuters.com)


“Iran mungkin memuat ulang persenjataan sedikit,” kata Trump, menurut laporan Reuters. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat siap merespons apabila konflik kembali meningkat. Trump juga mengatakan Washington tetap menginginkan penyelesaian yang lebih permanen, bukan sekadar penghentian sementara permusuhan. (reuters.com)


ADVERTISEMENT

Hingga Jumat pagi waktu Asia, belum ada pengumuman resmi mengenai putaran baru perundingan antara Washington dan Tehran. Sejumlah isu utama, termasuk keamanan kawasan, sanksi ekonomi, dan kebebasan navigasi di Teluk, dilaporkan masih menjadi hambatan dalam upaya diplomatik. (reuters.com)


Ketegangan terbaru berpusat di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global. Kawasan ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia, sehingga gangguan keamanan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi harga energi internasional.


Reuters pada Rabu (23/4) melaporkan Iran menyita dua kapal dagang, MSC Francesca dan Epaminondas, dengan tuduhan melintas tanpa izin. Rekaman penyitaan itu ditayangkan media pemerintah Iran. Belum ada penjelasan independen yang dapat memverifikasi penuh tuduhan tersebut pada saat laporan diterbitkan. (reuters.com)


Pemerintah Amerika Serikat merespons dengan meningkatkan operasi keamanan maritim, termasuk pengerahan kemampuan pembersihan ranjau laut. Trump juga mengatakan AS menjaga kawasan tersebut secara ketat. Namun belum ada tanda-tanda penyelesaian cepat atas sengketa yang melibatkan jalur pelayaran itu. (reuters.com)


Perkembangan konflik turut memengaruhi ekonomi. Reuters melaporkan aktivitas bisnis Amerika Serikat pulih pada April, tetapi perang yang melibatkan Iran mendorong kenaikan harga dan menambah gangguan rantai pasok. Ketidakpastian di Selat Hormuz menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar. (reuters.com)


Di sisi politik domestik, Reuters juga melaporkan tingkat persetujuan publik terhadap Trump berada di kisaran 36 persen dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos. Isu biaya hidup, harga energi, dan arah kebijakan luar negeri menjadi perhatian sebagian responden. (reuters.com)


Sementara itu, belum ada tanggapan resmi terbaru dari pemerintah Iran terhadap komentar Trump mengenai persenjataan selama masa jeda tempur. Dalam pernyataan sebelumnya, Tehran menolak tekanan militer dan menyatakan akan mempertahankan kepentingan nasionalnya.


Para analis menilai belum adanya jadwal baru perundingan menunjukkan kedua pihak masih berhitung terhadap posisi masing-masing. Meski konflik belum kembali meledak secara terbuka, situasi tetap rapuh karena ketegangan militer dan sengketa maritim masih berlangsung.


Beberapa hari ke depan diperkirakan menjadi periode penting bagi upaya diplomasi. Jika komunikasi berlanjut, peluang deeskalasi tetap terbuka. Namun tanpa kemajuan konkret, risiko konfrontasi baru antara Amerika Serikat dan Iran masih akan membayangi kawasan.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!