Internasional

Selamat dari Penembakan, Trump Sebut Jadi Presiden AS Pekerjaan Paling Berbahaya!

Logo

Posted by: Deli Hermanto

26 April 2026 19:31 WIB

Selamat dari Penembakan, Trump Sebut Jadi Presiden AS Pekerjaan Paling Berbahaya!
Foto: Presiden AS Donald Trump. (Gemini AI)

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa menjadi Presiden Amerika Serikat merupakan pekerjaan yang sangat berbahaya setelah dirinya dievakuasi akibat insiden penembakan di sekitar lokasi acara White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton, Sabtu (25/4/2026) malam.


Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Minggu (26/4/2026), Trump sempat melontarkan candaan bahwa ia mungkin tidak akan mencalonkan diri sebagai presiden jika sejak awal mengetahui risiko besar dari jabatan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan tetap siap menjalankan tugasnya.

ADVERTISEMENT


“Dengar, saya di sini untuk melakukan pekerjaan. Itu bagian dari pekerjaan. Ini berbahaya, saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya. Tapi saya mencintai negara ini,” ujar Trump.


Trump juga menyampaikan bahwa pelaku penembakan, yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31), diduga merupakan pelaku tunggal atau lone wolf. Menurutnya, aparat penegak hukum masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan motif dan detail kejadian.


Ia menjelaskan bahwa tersangka melakukan serangan dari jarak sekitar 50 yard atau sekitar 46 meter dari ballroom tempat acara berlangsung. Trump menegaskan bahwa area dalam ruangan tetap dalam kondisi aman selama insiden terjadi.


“Dia sangat jauh dari ruangan,” katanya.


Meski demikian, belum diketahui secara pasti bagaimana pelaku bersenjata tersebut dapat mendekati lokasi acara. Trump memuji respons cepat aparat keamanan, khususnya agen Secret Service yang bertugas saat kejadian.


Ia juga mengungkapkan telah berbicara dengan salah satu agen Secret Service yang sempat tertembak dalam insiden tersebut, dan menyebut kondisi agen tersebut kini mulai membaik. “Sangat mengesankan,” ujarnya.


Di akhir pernyataannya, Trump menekankan pentingnya persatuan nasional pasca-insiden tersebut. Ia menyebut peristiwa itu sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas di tengah perbedaan politik.


“Kita harus menyelesaikan perbedaan kita secara damai. Ada Republikan, Demokrat, independen, konservatif, liberal, dan progresif. Kita semua adalah bagian dari negara ini,” tutupnya.


Sumber : The Guardian

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (1)

F
Febi Kurnia 26/04/2026

Bismillah, drama apa LG ini. Bakh bakh!