Artikel, Berita

SBY dan JK Bertakziah ke Kemenhan, Pemakaman Juwono Sudarsono Dipimpin Sjafrie

Logo

Posted by: Asdarianto

29 March 2026 18:19 WIB

SBY dan JK Bertakziah ke Kemenhan, Pemakaman Juwono Sudarsono Dipimpin Sjafrie
Foto: SBY dan JK Bertakziah ke Kemenhan, Pemakaman Juwono Sudarsono Dipimpin Sjafrie

Suasana duka menyelimuti Gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, saat jenazah mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, disemayamkan sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ahad (29/3/2026).

Sejumlah tokoh nasional hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, termasuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla.

Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi simbol penghormatan atas jasa besar Juwono Sudarsono, yang dikenal sebagai salah satu menteri sipil paling berpengaruh dalam sejarah pertahanan Indonesia. Semasa hidupnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid hingga masa pemerintahan SBY.

Jenazah Juwono tiba di Gedung Kemenhan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung disemayamkan di Ruang Hening. Prosesi ini dibuka bagi para tokoh nasional dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa pihaknya memberikan kesempatan luas bagi para pelayat.

ADVERTISEMENT

“Apabila akan ada tokoh nasional yang hadir, takziah dan sebagainya, dipersilakan,” ujar Rico.

Selama masa persemayaman, suasana berlangsung khidmat. Para pelayat terlihat silih berganti datang, mengenang sosok Juwono sebagai akademisi, diplomat, sekaligus negarawan yang memiliki kontribusi besar dalam membangun hubungan sipil dan militer di Indonesia.

Tak hanya dikenal di dalam negeri, Juwono juga memiliki reputasi internasional sebagai pakar hubungan internasional. Ia merupakan Guru Besar di Universitas Indonesia yang aktif dalam berbagai forum global.

Prosesi pelepasan jenazah dari Kemenhan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah itu, jenazah diberangkatkan menuju TMP Kalibata untuk dimakamkan secara militer. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Menurut keterangan resmi Kemenhan, Sjafrie bertindak sebagai inspektur upacara dalam prosesi pemakaman tersebut, sebagai bentuk penghormatan negara kepada almarhum.

“Beliau akan menjadi inspektur upacara di TMP Kalibata,” ujar Rico Ricardo Sirait dalam keterangan sebelumnya.

Pemakaman secara militer ini menegaskan status Juwono sebagai tokoh bangsa yang telah memberikan kontribusi besar bagi negara.

Selain menjabat sebagai Menteri Pertahanan, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada era Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, serta Menteri Negara Lingkungan Hidup pada masa pemerintahan Soeharto.

Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Banyak pihak menilai, ia adalah sosok yang mampu menjembatani pemikiran sipil dan militer, terutama dalam masa transisi reformasi.

SBY dalam berbagai kesempatan sebelumnya pernah menyebut Juwono sebagai sosok pemikir strategis yang mampu menyatukan perspektif pertahanan dengan pendekatan akademik. Sementara itu, Jusuf Kalla dikenal memiliki kedekatan kerja dengan Juwono dalam sejumlah agenda kenegaraan.

Kehadiran para tokoh nasional dalam prosesi takziah ini juga mencerminkan penghormatan lintas generasi terhadap dedikasi almarhum. Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, sosok seperti Juwono dianggap sebagai figur pemersatu yang mengedepankan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Prosesi pemakaman di TMP Kalibata berlangsung dengan penuh penghormatan militer, diiringi doa dan penghormatan terakhir dari para pelayat. Upacara ini sekaligus menjadi penutup perjalanan panjang seorang negarawan yang telah mengabdikan hidupnya untuk Indonesia.

Ke depan, warisan pemikiran dan kontribusi Juwono Sudarsono diharapkan dapat terus menjadi inspirasi, khususnya dalam membangun sistem pertahanan yang modern, profesional, dan berakar pada nilai-nilai kebangsaan.

Dengan berpulangnya Juwono, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun, jejak pengabdiannya akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perjalanan bangsa.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!