Nasional

Prabowo Resmikan Pembangunan 13 Proyek Hilirisasi, Ini Daftarnya!

Logo

Posted by: Deli Hermanto

29 April 2026 14:44 WIB

Prabowo Resmikan Pembangunan 13 Proyek Hilirisasi, Ini Daftarnya!
Foto: Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, meresmikan pembangunan 13 proyek hilirisasi fase kedua yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan total nilai investasi mencapai Rp116 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat industrialisasi berbasis sumber daya alam sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.


Peresmian dilakukan di Cilacap, Rabu (29/4/2026). Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa proyek hilirisasi akan terus berlanjut dalam beberapa tahap ke depan. Setelah fase pertama dan kedua, pemerintah juga menyiapkan fase ketiga dengan tambahan enam proyek baru dalam tahun yang sama.

ADVERTISEMENT


“Program hilirisasi ini akan terus kita lanjutkan, bahkan bisa sampai tahap keempat, kelima, dan seterusnya,” ujar Prabowo.


Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa seluruh proyek fase kedua ini dilakukan secara serentak di 13 titik. Ia menyebutkan bahwa program hilirisasi secara keseluruhan berpotensi menciptakan hingga 600 ribu lapangan kerja baru.


Berikut daftar 13 proyek hilirisasi fase kedua:


Sektor Energi


Proyek pertama dan kedua adalah pembangunan fasilitas kilang gasoline oleh PT Pertamina (Persero) di Dumai dan Cilacap. Proyek ini menargetkan kapasitas 62 MBSD dan diharapkan beroperasi pada 2030 guna mengurangi impor bahan bakar hingga 2 juta kiloliter per tahun.


Selanjutnya, proyek ketiga hingga kelima mencakup pembangunan tangki operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), dan Maumere (NTT) dengan total kapasitas tambahan 153 ribu KL untuk memperkuat distribusi energi nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur.


Proyek keenam adalah pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, yang digarap bersama PT Mineral Industri Indonesia (Persero). Proyek ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.


Sektor Mineral dan Industri


Proyek ketujuh berupa pengembangan fasilitas baja nirkarat berbasis nikel di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park, hasil kerja sama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan Tsingshan Group.


Proyek kedelapan adalah pengembangan produksi slab baja karbon di Cilegon melalui kolaborasi Krakatau Steel dan Xin Hai Group, guna memperkuat industri dasar nasional.


Proyek kesembilan mencakup pengembangan ekosistem aspal Buton di Karawang oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk meningkatkan pemanfaatan aspal lokal.


Proyek kesepuluh adalah hilirisasi tembaga dan emas di Gresik yang melibatkan MIND ID dan PT Len Industri (Persero), mencakup pembangunan fasilitas brass mill dan manufaktur logam mulia.


Sektor Pertanian dan Perkebunan


Proyek kesebelas adalah pengolahan kelapa sawit menjadi oleofood dan biodiesel di Sei Mangkei, Sumatera Utara oleh PT Perkebunan Nusantara III (Persero).


Proyek kedua belas berupa pengolahan pala menjadi oleoresin di Maluku Tengah, yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.


Adapun proyek ketiga belas adalah pengembangan fasilitas terpadu kelapa di Maluku Tengah yang menghasilkan produk turunan seperti MCT, coconut flour, dan activated carbon untuk pasar ekspor.


Pemerintah berharap, seluruh proyek hilirisasi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperkuat struktur industri nasional, mengurangi impor, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di berbagai daerah. *

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!