Bekasi - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh terkait kecelakaan tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026) pagi. Ia tiba sekitar pukul 08.40 WIB dan meninggalkan lokasi pada pukul 09.05 WIB setelah meninjau kondisi para korban.
“Kita akan segera mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” ujar Prabowo kepada wartawan di depan RSUD Kota Bekasi.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas insiden tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah turut berbelasungkawa atas korban jiwa yang ditimbulkan.
“Tentunya kita semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan bela sungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut mencapai tujuh orang, dengan 81 penumpang mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan. Selain itu, masih terdapat tiga penumpang yang dilaporkan terperangkap di dalam rangkaian kereta.
Namun, berdasarkan data terbaru, total korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut tercatat meningkat menjadi 14 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 84 orang.
Insiden tabrakan terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, sekitar pukul 20.57 WIB. Hingga saat ini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus berlangsung, sementara pihak berwenang bersiap melakukan investigasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. *