Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei akhirnya muncul ke publik melalui pernyataan resmi setelah lama tidak terlihat sejak pecahnya konflik dengan Israel dan Amerika Serikat. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Khamenei mengklaim bahwa Iran telah meraih “kemenangan final” di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.
Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan 40 hari wafatnya ayahnya, Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada hari pertama perang. Dalam pidatonya, Mojtaba menyebut Iran telah “mengejutkan dunia” sepanjang konflik berlangsung.
Ia menegaskan bahwa Teheran tidak menginginkan perang, namun terpaksa bertempur demi mempertahankan hak-haknya. “Kami tidak akan membiarkan para agresor kriminal yang menyerang negara kami tanpa hukuman,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa Iran akan menuntut kompensasi atas kerusakan serta korban jiwa yang terjadi selama perang.
Terkait situasi di Selat Hormuz, Khamenei menyatakan Iran akan memasuki “fase baru”, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Sejak perang pecah pada akhir Februari, Iran diketahui memblokade jalur vital tersebut, yang memicu kekhawatiran global terhadap pasokan energi.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan guna membuka jalan bagi perundingan damai. Dalam kesepakatan itu, Iran disebut akan kembali membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz, dengan wacana penerapan tarif bagi kapal yang melintas untuk mendanai rekonstruksi.
Namun, situasi kembali memanas setelah serangan udara besar-besaran oleh Israel di Lebanon yang menewaskan lebih dari 300 orang. Serangan ini mengancam keberlangsungan gencatan senjata, terutama karena adanya perbedaan pandangan mengenai apakah Lebanon termasuk dalam cakupan perjanjian tersebut.
Iran dan Pakistan menyatakan Lebanon merupakan bagian dari kesepakatan, sementara Amerika Serikat dan Israel menolak anggapan tersebut. Sejumlah pemimpin dunia pun menyerukan agar Lebanon dimasukkan dalam perjanjian guna meredakan konflik yang lebih luas di kawasan.
Meski demikian, Khamenei menegaskan bahwa Iran siap merespons jika terjadi pelanggaran gencatan senjata. “Tangan kami berada di pelatuk,” katanya, mengisyaratkan kesiapan militer Iran.
Delegasi dari Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan bertemu di Pakistan pada Sabtu mendatang untuk melanjutkan pembahasan menuju penyelesaian konflik secara permanen.
Sumber : https://www.aljazeera.com/news/2026/4/9/khamenei-says-tehran-astonished-the-world-during-us-israeli-war-on-iran