Nasional

Menteri HAM Pigai Tolak JK Dipolisikan: Tidak Ada Manfaatnya!

Logo

Posted by: Deli Hermanto

16 April 2026 06:45 WIB

Menteri HAM Pigai Tolak JK Dipolisikan: Tidak Ada Manfaatnya!
Foto: Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai. Images regenerated by Gemini AI

Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menolak langkah pelaporan terhadap Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla ke pihak kepolisian terkait polemik pernyataan yang berkembang di ruang publik. Pigai menilai pendekatan dialog lebih efektif dalam meredam potensi konflik sosial dibandingkan jalur hukum, khususnya dalam isu sensitif seperti agama.


Dalam keterangannya, Pigai menegaskan bahwa dirinya tidak sepakat dengan laporan polisi terhadap Jusuf Kalla. Ia bahkan menyebut langkah tersebut tidak memberikan manfaat dalam menyelesaikan persoalan yang ada. Menurutnya, penyelesaian melalui komunikasi terbuka dan klarifikasi justru lebih mampu menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

ADVERTISEMENT


"Saya Menteri HAM tidak sepakat dengan laporan polisi terhadap Pak JK. Saya tolak tegas. Terus terang tidak ada manfaatnya juga," ujar Pigai Rabu (15/4/2026).


Pigai juga menilai Jusuf Kalla sebagai tokoh nasional tidak tepat jika langsung diasumsikan memiliki niat untuk mendiskreditkan kelompok tertentu. Ia menyebut JK sebagai seorang negarawan yang memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga persatuan bangsa.


"Pak JK itu negarawan, mantan wapres saya tidak yakin ada intensi buruk untuk mendiskreditkan agama tertentu," katanya.


Lebih lanjut, Pigai menekankan bahwa setiap pernyataan yang dianggap bermasalah sebaiknya terlebih dahulu disikapi melalui mekanisme dialog. Pendekatan ini dinilai dapat mencegah eskalasi konflik sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah perbedaan pandangan.


"Ada pun hal-hal yang jika dianggap tidak tepat bisa melalui upaya klarifikasi, melalui jalan dialog, tanpa perlu melapor polisi," ujarnya.


Ia turut mengingatkan pentingnya kedewasaan publik dalam merespons isu-isu sensitif agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah. Menurutnya, membenturkan kelompok masyarakat melalui isu agama hanya akan merugikan bangsa secara keseluruhan.


"Membenturkan kelompok masyarakat yang satu dengan yang lain melalui isu agama hanya akan merugikan kita sebagai bangsa," katanya.


Di tengah dinamika nasional yang terus berkembang, Pigai menegaskan bahwa menjaga kesejukan, persatuan, dan kesatuan merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, ia kembali mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian.


"Jauh lebih penting saat-saat ini kita menjaga kesejukan, persatuan dan kesatuan. Tempuh jalur dialog," ujarnya.*

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!