Ekonomi

Kas Negara Dikabarkan Menipis, Ini Jawaban Menkeu Purbaya!

Logo

Posted by: Deli Hermanto

25 April 2026 07:11 WIB

Kas Negara Dikabarkan Menipis, Ini Jawaban Menkeu Purbaya!
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Gemini AI

Pemerintah membantah kabar yang menyebut kondisi kas negara menipis hingga hanya tersisa Rp120 triliun dan hanya cukup membiayai belanja negara selama dua pekan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan informasi tersebut tidak akurat dan muncul akibat kesalahan dalam memahami posisi keuangan negara, khususnya terkait Saldo Anggaran Lebih (SAL).


Dalam keterangan resminya pada kegiatan Media Briefing, Jumat (24/4/2026), Purbaya menjelaskan bahwa total SAL pemerintah saat ini masih berada di kisaran Rp400 triliun. Ia menilai, isu yang beredar berasal dari asumsi keliru yang mengurangi total SAL sekitar Rp420 triliun dengan dana yang ditempatkan di perbankan sebesar Rp300 triliun.

ADVERTISEMENT


“Itu ada yang bilang lagi, saya cuma punya dua minggu. Enggak, SAL saya masih Rp400-an triliun, enggak terganggu,” ujar Purbaya.


Menurutnya, penempatan dana SAL di perbankan bukan berarti dana tersebut hilang atau tidak dapat digunakan. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan kas negara untuk menjaga likuiditas di sistem keuangan.


Ia menjelaskan bahwa dana yang ditempatkan di perbankan disimpan dalam bentuk deposito on call, sehingga tetap bisa ditarik sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pemerintah. Dengan demikian, perhitungan yang menyebut kas negara tersisa Rp120 triliun dinilai tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.


“Jadi enggak akurat yang bilang uang pemerintah sisa Rp120 triliun. Kita maintain cash management dengan baik. Rp300 triliun di perbankan itu biar menambah likuiditas saja,” jelasnya.


Purbaya menegaskan bahwa pengelolaan kas negara dilakukan secara hati-hati, terukur, dan profesional. Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan anggaran dan stabilitas likuiditas di sektor keuangan.


Dengan kondisi tersebut, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam memenuhi berbagai kewajiban belanja negara. Pemerintah, kata dia, tetap memiliki kapasitas fiskal yang memadai untuk menjalankan program-program prioritas. *

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!