Iran mengajukan proposal damai berisi 10 poin kepada Amerika Serikat di tengah meningkatnya serangan militer bersama AS dan Israel terhadap Teheran. Proposal tersebut disebut sebagai langkah signifikan oleh Presiden AS Donald Trump, meski dinilai masih belum cukup untuk mencapai kesepakatan final.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel memperkuat serangan ke wilayah Iran, khususnya di ibu kota Teheran. Situasi ini semakin diperparah oleh ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, yang memicu krisis energi dunia.
Dalam upaya meredakan konflik, Iran mengajukan rencana perdamaian yang terdiri dari 10 poin utama. Proposal tersebut, menurut Presiden Donald Trump, merupakan langkah yang “signifikan” dan “dapat dikerjakan”, namun masih belum memenuhi seluruh tuntutan Washington.
“Ini adalah proposal yang signifikan, tetapi belum cukup baik. Kita akan lihat bagaimana perkembangannya,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu, (8/4/2029). Ia juga memperingatkan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, Iran dapat menghadapi konsekuensi serius terhadap infrastruktur vitalnya.
Adapun 10 poin yang diajukan Iran dalam rencana gencatan senjata tersebut meliputi:
- Komitmen non-agresi
- Pengakuan atas kendali Iran terhadap Selat Hormuz
- Penerimaan terhadap program pengayaan uranium Iran
- Pencabutan seluruh sanksi utama
- Pencabutan seluruh sanksi sekunder
- Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Iran
- Penghentian resolusi Dewan Gubernur IAEA
- Pembayaran kompensasi kepada Iran
- Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan
- Penghentian perang di semua front, termasuk serangan terhadap “Hizbullah” di Lebanon
Meski sebagian poin dianggap dapat menjadi dasar negosiasi, sejumlah tuntutan Iran dinilai sulit diterima oleh pihak AS, terutama terkait pencabutan total sanksi dan penghentian resolusi internasional.
Sebagai langkah lanjutan, Iran menyatakan kesiapannya untuk memulai perundingan langsung dengan Amerika Serikat di Islamabad pada Jumat mendatang. Pertemuan ini diharapkan dapat membuka jalan menuju deeskalasi konflik yang semakin memanas.
Dengan tekanan global yang meningkat akibat krisis energi dan eskalasi militer, dunia kini menantikan hasil negosiasi tersebut sebagai peluang penting untuk menghentikan konflik dan menjaga stabilitas kawasan.
Sumber : https://www.ndtv.com/world-news/iran-us-war-news-irans-10-ceasefire-conditions-uranium-enrichment-hormuz-control-donald-trump-says-proposal-workable-11326086