Internasional, Nasional

Indonesia Berduka, Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon Setelah Dirawat Akibat Serangan Artileri

Logo

Posted by: Adithya Fahmi Rifanka

25 April 2026 16:08 WIB

Indonesia Berduka, Prajurit TNI Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon Setelah Dirawat Akibat Serangan Artileri
Foto: Praka Rico Pramudia. Dok UNIFIL

Indonesia kembali berduka. Prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, Praka Rico Pramudia, meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat luka berat yang dideritanya sejak insiden ledakan proyektil pada akhir Maret 2026. Kabar duka ini menjadi sorotan nasional pada Sabtu, 25 April 2026.


Praka Rico merupakan personel Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), misi penjaga perdamaian PBB yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah perbatasan Lebanon selatan. Ia sebelumnya mengalami luka serius setelah sebuah proyektil menghantam posisi pasukan UNIFIL di kawasan Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret 2026. Setelah sempat dirawat intensif di rumah sakit di Beirut, nyawanya tidak tertolong.


ADVERTISEMENT

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan duka mendalam atas wafatnya prajurit Indonesia tersebut. Dalam pernyataan resminya, Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, rekan sesama pasukan penjaga perdamaian, serta pemerintah dan rakyat Indonesia. Ia menegaskan bahwa keselamatan personel penjaga perdamaian harus menjadi prioritas semua pihak yang terlibat konflik.


Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan TNI juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka Rico. Pemerintah menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia, sekaligus mengecam setiap serangan yang membahayakan personel penjaga perdamaian internasional.


Gugurnya Praka Rico menambah daftar prajurit TNI yang menjadi korban dalam penugasan UNIFIL di Lebanon tahun ini. Sebelumnya, beberapa personel Indonesia juga dilaporkan tewas dan terluka dalam rangkaian insiden di wilayah yang sama. Peristiwa ini memicu perhatian publik terhadap tingkat keamanan pasukan perdamaian di kawasan konflik yang kembali memanas akibat eskalasi militer antara Israel dan Hizbullah.


Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian PBB. Kontingen Garuda dari Indonesia telah lama dipercaya menjalankan misi di berbagai negara, termasuk Lebanon, Kongo, Sudan Selatan, dan sejumlah wilayah konflik lainnya. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dari diplomasi Indonesia di panggung internasional.


Di tengah duka nasional, masyarakat Indonesia ramai menyampaikan penghormatan kepada almarhum Praka Rico Pramudia di media sosial. Banyak warganet menilai pengorbanan prajurit TNI di luar negeri adalah bentuk nyata pengabdian bagi perdamaian dunia, meski harus dibayar mahal dengan nyawa.


Jenazah Praka Rico dijadwalkan dipulangkan ke Tanah Air untuk dimakamkan secara militer. Prosesi penghormatan diperkirakan akan dihadiri unsur TNI, pemerintah, serta keluarga besar almarhum.


Kepergian Praka Rico menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia bukan tanpa risiko. Di balik seragam biru PBB, ada putra-putra terbaik bangsa yang berdiri di garis depan demi mencegah perang dan melindungi warga sipil. Indonesia pun kembali kehilangan salah satu patriot terbaiknya.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel
TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!