Internasional

IMF: Perang Iran Guncang Ekonomi Global, Dapat Memicu Resesi!

Logo

Posted by: Deli Hermanto

16 April 2026 10:55 WIB

IMF: Perang Iran Guncang Ekonomi Global, Dapat Memicu Resesi!
Foto: International Monetary Fund (IMF)

Moslemtoday.com : Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa konflik bersenjata di Iran telah “secara tiba-tiba menggelapkan” prospek ekonomi global. Jika perang berlanjut, kondisi ini berpotensi memicu resesi dunia, ditandai dengan perlambatan pertumbuhan dan lonjakan inflasi akibat gangguan pasokan energi.


Dalam laporan World Economic Outlook terbaru yang dirilis setengah tahunan, IMF menurunkan sebagian besar proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang sebelumnya dibuat tiga bulan lalu. Lembaga tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 3,1 persen pada tahun ini jika konflik berlangsung singkat, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,4 persen untuk 2026 sebelum pecahnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari.

ADVERTISEMENT


Kepala Ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, menyatakan bahwa momentum pemulihan ekonomi global yang sebelumnya didorong oleh lonjakan investasi teknologi kini terhenti akibat perang. “Prospek global telah secara tiba-tiba memburuk setelah pecahnya konflik,” ujarnya.


IMF juga menyoroti dampak serius jika Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi dunia—terus terganggu. Penutupan selat tersebut atau kerusakan fasilitas produksi energi di kawasan Timur Tengah dapat memicu krisis energi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.


Selat Hormuz sendiri merupakan jalur sempit selebar sekitar 33 kilometer yang menghubungkan Iran dan Oman, dan dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia serta sepertiga perdagangan gas alam cair (LNG) global. Gangguan di wilayah ini berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi internasional.


Sejumlah negara mengalami penurunan proyeksi pertumbuhan yang signifikan. Inggris menjadi negara dengan penurunan terbesar di antara negara G7, dengan proyeksi pertumbuhan dipangkas menjadi 0,8 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat pada 2026 direvisi turun menjadi 2,3 persen.


Dampak juga terasa di negara berkembang. Kawasan Afrika Sub-Sahara mengalami penurunan proyeksi menjadi 4,3 persen, sedangkan Timur Tengah dan Afrika Utara mencatat penurunan paling tajam hingga 2,8 poin persentase menjadi hanya 1,1 persen, terutama akibat kerusakan infrastruktur dan gangguan distribusi energi.


IMF memperkirakan inflasi global akan meningkat menjadi 4,4 persen pada 2026, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,7 persen. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga energi, di mana harga minyak telah menembus lebih dari 100 dolar AS per barel, sementara harga gas alam melonjak lebih dari 80 persen.


Dalam skenario terburuk, perang berkepanjangan dapat menekan pertumbuhan ekonomi global hingga hanya 2 persen dan mendorong inflasi mencapai 6 persen. Kondisi ini dinilai setara dengan resesi global, yang dalam sejarah hanya terjadi beberapa kali sejak 1980, termasuk saat krisis keuangan 2008 dan pandemi Covid-19.


Sebaliknya, bahkan dalam skenario terbaik—yakni perang segera berakhir dan Selat Hormuz kembali dibuka—harga minyak tetap diperkirakan naik lebih dari 21 persen tahun ini. Kenaikan harga energi secara luas akan meningkatkan biaya produksi berbagai sektor, termasuk pangan, transportasi, dan industri kimia.


“Ini merupakan contoh klasik dari guncangan sisi penawaran yang negatif,” kata Gourinchas, merujuk pada dampak kenaikan harga komoditas terhadap rantai pasok dan daya beli masyarakat.


Di tengah kondisi tersebut, Rusia justru diproyeksikan menjadi salah satu pihak yang diuntungkan. Ekonomi negara itu diperkirakan tumbuh 1,1 persen pada 2026, didorong oleh kenaikan harga minyak dan pelonggaran sementara sanksi ekspor energi.


Para analis memperingatkan bahwa konflik yang berlarut-larut akan semakin memperbesar risiko resesi global. Ketergantungan dunia terhadap energi dari kawasan Timur Tengah menjadikan stabilitas geopolitik sebagai faktor krusial dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dunia.


Sumber : https://www.middleeasteye.net/news/iran-war-wreaks-havoc-global-economy-and-could-spark-recession-says-imf

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!