Internasional

Gedung Putih Bantah Trump Setuju 10 Poin Tuntutan Iran soal Gencatan Senjata

Logo

Posted by: Deli Hermanto

10 April 2026 07:47 WIB

Gedung Putih Bantah Trump Setuju 10 Poin Tuntutan Iran soal Gencatan Senjata
Foto: Presiden AS Donald Trump. Images regenerated by Gemini AI

Washington, D.C. — Gedung Putih membantah kabar yang menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima begitu saja 10 poin tuntutan Iran dalam kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan. Pemerintah AS menegaskan bahwa proposal tersebut tidak diterima secara utuh dan masih menjadi bahan negosiasi.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan informasi yang beredar terkait sikap Trump terhadap proposal Iran adalah keliru. Ia menegaskan bahwa Presiden AS tidak akan menyetujui daftar tuntutan sepihak dari Teheran.

“Gagasan bahwa Presiden Trump akan menerima daftar keinginan Iran sebagai bagian dari kesepakatan adalah hal yang sama sekali tidak masuk akal,” ujar Leavitt dalam konferensi pers di Washington, Rabu (7/4).

ADVERTISEMENT

Leavitt menambahkan, Trump hanya akan menyepakati perjanjian yang menguntungkan kepentingan nasional Amerika Serikat. Ia juga mengungkapkan bahwa proposal awal Iran yang berisi 10 poin telah ditolak mentah-mentah oleh tim negosiasi AS.

“Proposal tersebut benar-benar dibuang ke tempat sampah oleh tim AS,” katanya.

Menurut Leavitt, Iran kemudian mengajukan proposal revisi sebagai dasar baru dalam pembahasan gencatan senjata. Namun, pihak Gedung Putih tidak merinci poin-poin mana saja yang mengalami perubahan maupun yang dipertimbangkan dalam negosiasi lanjutan.

Ia menegaskan bahwa garis merah pemerintah AS tetap tidak berubah, yakni menuntut penghentian program pengayaan uranium oleh Iran di dalam negeri.

Di sisi lain, Trump melalui unggahan di platform media sosial Truth Social sebelumnya menyebut proposal Iran sebagai “dasar yang layak untuk bernegosiasi”. Ia juga menyatakan optimisme bahwa kesepakatan gencatan senjata dua arah dapat tercapai dalam waktu dekat.

“Periode dua minggu akan memungkinkan perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan,” tulis Trump.

Sejumlah poin yang diajukan Iran dalam proposalnya yang diketahui publik mencakup hak untuk terus memperkaya uranium, pencabutan sanksi ekonomi, serta penghentian permanen serangan terhadap wilayah Iran.

Sebaliknya, pemerintah AS dalam usulannya meminta Iran menghentikan seluruh aktivitas pengayaan uranium dan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya kepada Amerika Serikat.

Isu program nuklir Iran menjadi salah satu pemicu utama konflik antara kedua negara. Washington dan sekutunya menilai program tersebut berpotensi digunakan untuk pengembangan senjata nuklir, meskipun Teheran berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai.

Ketegangan tersebut memuncak sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Setelah konflik berlangsung lebih dari satu bulan, kedua pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata pada Selasa (6/4), yang membuka peluang bagi perundingan lanjutan.

Meski demikian, perbedaan tajam terkait program nuklir dan tuntutan masing-masing pihak diperkirakan masih akan menjadi tantangan utama dalam mencapai kesepakatan damai yang permanen.

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!