Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalani perawatan medis untuk kanker prostat stadium awal setelah ditemukan tumor kecil dalam pemeriksaan rutin. Informasi tersebut disampaikan dalam laporan kesehatan tahunan yang dipublikasikan pada Jumat, (24/4/20206).
Dalam pernyataannya di media sosial, Netanyahu menjelaskan bahwa tumor tersebut ditemukan dan langsung ditangani oleh tim dokter saat pemeriksaan kesehatan berkala. Ia juga mengaku sengaja menunda publikasi informasi tersebut selama dua bulan agar tidak bertepatan dengan situasi konflik yang memanas antara Israel dan Iran.
“Saya meminta agar publikasi ini ditunda agar tidak dirilis di puncak perang melawan Iran, guna mencegah propaganda yang tidak benar terhadap Israel,” ujar Netanyahu, yang kini berusia 76 tahun.
Laporan medis menyebutkan bahwa Netanyahu menjalani terapi radiasi untuk mengatasi kanker prostat stadium awal. Meski tidak dijelaskan secara rinci kapan perawatan tersebut dilakukan, kondisi kesehatannya secara umum dinyatakan baik.
Sebelumnya, Netanyahu diketahui pernah menjalani operasi pembesaran prostat jinak pada tahun 2024 dan terus berada dalam pemantauan medis rutin. Dari hasil pemeriksaan terbaru itulah tumor tersebut terdeteksi sejak dini.
Direktur unit onkologi di Hadassah Hospital, Aharon Popovtser, menyatakan bahwa diagnosis dilakukan pada tahap awal, yang umum terjadi pada pria seusia Netanyahu. Ia juga menambahkan bahwa berdasarkan hasil tes pencitraan dan pemeriksaan darah, penyakit tersebut telah berhasil diatasi.
“Kami dapat mengatakan bahwa berdasarkan temuan pemeriksaan, penyakit ini telah hilang,” ujar Popovtser.
Di tengah situasi geopolitik yang tegang, Netanyahu juga sempat menjadi sasaran spekulasi terkait kesehatannya. Pada awal konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, beredar gambar palsu berbasis kecerdasan buatan yang mengklaim dirinya telah meninggal dunia. Informasi tersebut bahkan sempat disiarkan oleh media pemerintah Iran.
Untuk membantah kabar tersebut, Netanyahu sempat merilis video yang memperlihatkan dirinya beraktivitas normal, termasuk saat mengunjungi sebuah kafe di Yerusalem pada bulan Maret lalu.
Netanyahu sendiri merupakan perdana menteri terlama dalam sejarah Israel dan hingga kini masih aktif memimpin di tengah dinamika politik dan konflik regional yang kompleks. *
Sumber : Al Jazeera