Ekonomi

Breaking News! Dolar AS Naik Tajam ke Level Rp17.340

Logo

Posted by: Deli Hermanto

30 April 2026 09:40 WIB

Breaking News! Dolar AS Naik Tajam ke Level Rp17.340
Foto: Nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS. (Gemini AI)

Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/4/2026), menandai lanjutan tekanan dari hari sebelumnya di tengah kuatnya sentimen eksternal.


Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp17.340 per dolar AS atau terdepresiasi 0,38%. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif setelah pada penutupan Rabu (29/4/2026) rupiah juga turun 0,38% ke posisi Rp17.275 per dolar AS.

ADVERTISEMENT


Pergerakan rupiah hari ini menjadi penutup perdagangan pekan ini, seiring pasar keuangan domestik akan libur pada Jumat (1/5/2026) dalam rangka peringatan Hari Buruh. Minimnya sentimen domestik membuat arah rupiah masih sangat dipengaruhi faktor global, terutama dinamika dolar AS.


Indeks dolar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau stabil di kisaran 98,886 pada pukul 09.00 WIB. Meski demikian, indeks tersebut sebelumnya menguat 0,33% ke level 98,961, mendekati posisi tertinggi dalam lebih dari dua pekan terakhir.


Penguatan dolar AS didorong oleh sikap hawkish sejumlah pejabat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Dalam keputusan terbarunya, The Fed memilih menahan suku bunga di tengah kekhawatiran inflasi yang masih tinggi. Keputusan ini diambil melalui voting yang terpecah, yakni 8 berbanding 4—menjadi salah satu keputusan paling terbelah sejak 1992.


Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menutup masa jabatannya selama delapan tahun, tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Bahkan, tiga pejabat The Fed menolak panduan bahwa bank sentral masih memiliki kecenderungan untuk melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat.


Situasi tersebut membuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga AS pada tahun ini semakin menurun. Pelaku pasar kini mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada April 2027 dengan probabilitas sekitar 55%, melonjak dari kisaran 20% sebelum keputusan tersebut diumumkan.


Prospek suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama menjadikan dolar AS tetap menarik bagi investor global, sekaligus menekan ruang penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.


Selain faktor kebijakan moneter, sentimen geopolitik juga turut memengaruhi pasar. Kebuntuan diplomasi terkait konflik Iran meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan energi global. Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah membahas langkah antisipasi terhadap potensi blokade pelabuhan Iran bersama perusahaan minyak.


Ketegangan tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Kombinasi faktor moneter dan geopolitik ini menjadi tekanan utama bagi rupiah pada perdagangan hari ini. *


Klik DISINI untuk Cek Kurs Dollar Hari Ini

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!