Teheran — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan bahwa Selat Hormuz kini kembali berada di bawah kendali ketat militer Iran, hanya beberapa jam setelah sebelumnya dinyatakan terbuka untuk pelayaran komersial.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Sabtu dan dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency, komando gabungan IRGC menegaskan bahwa “kontrol atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya” dan kini berada di bawah pengawasan penuh angkatan bersenjata Iran. Mereka juga menekankan bahwa jalur strategis tersebut akan tetap berada dalam kontrol ketat selama Amerika Serikat belum mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
IRGC menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap pembatasan yang diberlakukan oleh Washington.
“Selama kebebasan penuh pelayaran menuju dan dari Iran belum dipulihkan, situasi di Selat Hormuz akan tetap terkendali secara ketat dan tidak berubah,” demikian isi pernyataan tersebut.
Pengumuman ini bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang sehari sebelumnya menyatakan bahwa Selat Hormuz “sepenuhnya terbuka” bagi kapal-kapal komersial. Ia menyebut keputusan tersebut diambil sejalan dengan kesepakatan gencatan senjata di Lebanon dan disampaikan melalui platform media sosial X.
Situasi di kawasan memanas sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran. Teheran kemudian membalas dengan serangan ke Israel serta negara-negara di kawasan yang menjadi lokasi aset militer AS. Konflik tersebut untuk sementara mereda setelah tercapainya gencatan senjata dua pekan pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan.
Upaya diplomatik masih terus berlangsung, dengan Washington dan Teheran telah menggelar pembicaraan di Pakistan pekan lalu guna mencari solusi damai jangka panjang. Rencana pertemuan lanjutan di Islamabad juga tengah disiapkan.
Namun, dengan pernyataan terbaru IRGC terkait Selat Hormuz, jalur vital bagi perdagangan energi global, kekhawatiran akan eskalasi kembali konflik dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dunia semakin meningkat.
Sumber : https://aa.com.tr/en/middle-east/strait-of-hormuz-back-to-previous-state-under-control-of-armed-forces-says-iran-citing-ongoing-us-blockade/3910428