Sumber pelayaran internasional menyebutkan, sejumlah kapal dagang awalnya mencoba melintasi jalur tersebut setelah adanya pemberitahuan sehari sebelumnya yang mengizinkan pelayaran secara terbatas di jalur yang dianggap aman oleh Iran. Namun situasi berubah cepat ketika otoritas maritim Iran mengeluarkan peringatan baru yang melarang seluruh kapal melintas.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Selat Hormuz dilaporkan ditutup kembali oleh Iran. Sedikitnya dua kapal niaga yang mencoba melintas disebut mengalami tembakan dari kapal bersenjata Iran pada Sabtu (19/4/2026), memaksa mereka berbalik arah.
Dalam insiden yang terjadi di perairan antara Pulau Qeshm dan Larak, kapal-kapal Iran dilaporkan melepaskan tembakan ke arah dua kapal yang sedang berlayar. Tidak ada laporan korban jiwa, namun kedua kapal tersebut akhirnya membatalkan pelayaran dan kembali ke titik aman.
Badan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) juga mengonfirmasi adanya insiden terpisah sekitar 20 mil laut timur laut Oman. Seorang kapten kapal tanker melaporkan bahwa kapalnya didekati dua kapal cepat milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang kemudian melepaskan tembakan. Meski demikian, kapal dan seluruh awak dilaporkan dalam kondisi selamat.
Sumber keamanan maritim lainnya menyebut sebuah kapal kontainer turut terkena tembakan dalam kejadian tersebut, mempertegas meningkatnya risiko keamanan di jalur pelayaran vital itu.
Selain aksi di lapangan, kapal-kapal yang berada di kawasan tersebut juga menerima siaran radio VHF dari angkatan laut Iran yang menyatakan penutupan total Selat Hormuz. Dalam pesan tersebut, Iran menegaskan bahwa tidak ada kapal dari negara mana pun yang diizinkan melintas, dengan alasan kegagalan pemerintah Amerika Serikat memenuhi komitmen dalam negosiasi.
Penutupan kembali jalur strategis ini berdampak besar terhadap perdagangan global. Selat Hormuz diketahui menjadi jalur utama bagi sekitar 20 persen distribusi minyak dunia serta gas alam cair. Saat ini, ratusan kapal dengan sekitar 20.000 pelaut dilaporkan masih tertahan di kawasan Teluk, menunggu kepastian situasi keamanan untuk melanjutkan perjalanan.
Perkembangan ini berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik sekaligus mengguncang pasar energi global dalam waktu dekat.
Sumber : https://www.reuters.com/world/europe/irans-navy-tells-ships-strait-hormuz-shut-again-two-vessels-report-gunfire-2026-04-18/