Berita, Internasional

Bertambah 2, Total 3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon

Logo

Posted by: Deli Hermanto

31 March 2026 13:52 WIB

Bertambah 2, Total 3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel di Lebanon
Foto: Kepulan asap di Tirus, Lebanon selatan, menyusul serangan Israel yang menyasar target-target Hizbullah di wilayah itu. (Reuters.com)

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) mengonfirmasi bahwa dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) pada misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur di Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026). Dengan demikian, total prajurit TNI yang gugur dalam insiden tersebut menjadi tiga orang.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan pers, Selasa (31/3/2026), menyampaikan bahwa selain dua prajurit yang gugur, dua prajurit lainnya mengalami luka berat dan saat ini menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan di Beirut.

“Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut,” ujar Rico.

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan, para prajurit tersebut tengah menjalankan tugas pengawalan dalam rangka mendukung kegiatan operasional UNIFIL saat insiden terjadi. Peristiwa tersebut berlangsung di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah Lebanon Selatan.

Hingga kini, penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan oleh pihak UNIFIL sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI terus berkoordinasi dengan markas besar UNIFIL guna memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban.

“Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” tambahnya.

Kemhan menegaskan bahwa keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas utama. Indonesia juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat konflik untuk menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian.

“Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB,” tegas Rico.

Sebelumnya, pada Minggu (29/3/2026), empat prajurit TNI dilaporkan menjadi korban dalam serangan Israel di Lebanon Selatan. Berdasarkan data dari Markas Besar (Mabes) TNI, mereka adalah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Rhomadhon, dan Praka Arif Kurniawan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyebutkan, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur dalam insiden tersebut. Sementara itu, Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, dan dua prajurit lainnya, yakni Praka Bayu Prakoso serta Praka Arif Kurniawan, mengalami luka ringan.

Keempat prajurit tersebut merupakan anggota Kompi C United Nations Position (UNP) 7-1 dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis (Yonmek) XXIII-S yang bertugas di bawah misi UNIFIL.

Untuk penanganan medis, dua prajurit dengan luka ringan dirawat di Hospital Level I UNIFIL, sementara prajurit yang mengalami luka berat dievakuasi menggunakan helikopter ke Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di Markas East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL dan tengah dalam proses administrasi pemulangan ke Indonesia dengan bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut. *

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!