Moslemtoday.com : Ketidakpastian menyelimuti nasib gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berakhir dalam waktu dekat. Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan optimisme bahwa kesepakatan nuklir baru yang tengah dinegosiasikan dengan Teheran akan jauh lebih baik dibanding perjanjian sebelumnya.
Meski demikian, Trump mengatakan nasib gencatan senjata itu akan tergantung hasil negosiasi terbaru AS dan Iran. Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran bisa saja tidak diperpanjang jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi di Pakistan.
"Sangat tidak mungkin saya akan memperpanjangnya," kata Trump dikutip Selasa (21/4/2026).
Dalam pernyataan terbarunya di media sosial, Trump menegaskan bahwa kesepakatan yang sedang dirancang akan melampaui kualitas Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang selama ini dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran tahun 2015. Pernyataan tersebut muncul di tengah kekhawatiran dari sejumlah politisi Partai Demokrat dan pakar nuklir yang menilai proses negosiasi berlangsung terlalu cepat untuk isu yang kompleks.
Trump kembali menegaskan kritik lamanya terhadap JCPOA, yang sebelumnya ia batalkan secara sepihak pada 2018 saat menjabat di periode pertama kepresidenannya. Ia kala itu menyebut perjanjian tersebut sebagai “kesepakatan terburuk yang pernah ada.”
Sementara itu, konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang telah berlangsung lebih dari tujuh minggu disebut Trump bertujuan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Ketegangan ini menjadi latar belakang penting dalam upaya diplomasi yang kini tengah berlangsung.
Meski demikian, peluang tercapainya kesepakatan baru dalam waktu singkat masih dipertanyakan. Perjanjian JCPOA sebelumnya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk dirundingkan, melibatkan ratusan ahli dari berbagai bidang seperti fisika nuklir, keuangan, hukum, dan sanksi internasional.
Di sisi lain, rencana putaran kedua pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut-sebut akan berlangsung di Pakistan juga masih belum menemui kejelasan, seiring dengan mendekatnya tenggat berakhirnya gencatan senjata.
Trump sendiri mengklaim tidak berada di bawah tekanan dalam proses negosiasi tersebut, namun menyatakan bahwa kesepakatan akan tercapai dalam waktu relatif cepat. Pernyataan ini menambah dinamika baru dalam upaya penyelesaian konflik yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya. *
Sumber : https://www.arabnews.com/node/2640612/middle-east