Nasional

Bahlil Sentil Orang Kaya yang Beli BBM Subsidi: Apa Tidak Malu?

Logo

Posted by: Deli Hermanto

22 April 2026 09:03 WIB

Bahlil Sentil Orang Kaya yang Beli BBM Subsidi: Apa Tidak Malu?
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Tangkapan layar Youtube Kementerian ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara tegas mengimbau masyarakat mampu untuk tidak ikut menggunakan BBM subsidi. Ia menilai tindakan tersebut sama dengan mengambil hak masyarakat yang membutuhkan.


Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi sejak Sabtu (18/4/2026) memicu kekhawatiran akan potensi peralihan konsumsi ke BBM subsidi. Pemerintah pun mengingatkan agar distribusi BBM subsidi tetap sasaran, khususnya bagi masyarakat yang benar-benar berhak.

ADVERTISEMENT


“Saya cuma mau sampaikan sajalah, BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa tidak malu kita?” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).


Bahlil menegaskan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan ketat agar distribusi BBM subsidi tidak disalahgunakan. Salah satu kebijakan yang telah diterapkan adalah pembatasan pembelian BBM subsidi, khususnya untuk kendaraan tertentu.


Ia menjelaskan, pembatasan tersebut mengacu pada kebutuhan wajar kendaraan. Misalnya, untuk kendaraan roda empat, pembelian dibatasi sekitar 50 liter per hari, yang dinilai cukup untuk menempuh jarak hingga 300–400 kilometer.


“Sebagai mantan sopir angkot, itu sudah lebih dari cukup. Kecuali memang ada maksud lain jika mengisi lebih dari itu,” katanya.


Namun, kebijakan pembatasan tersebut tidak berlaku untuk kendaraan logistik seperti bus, truk pengangkut bahan pangan, dan distribusi kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah memastikan sektor distribusi tetap mendapatkan prioritas agar tidak mengganggu rantai pasok.


Di sisi lain, untuk kendaraan roda dua, hingga saat ini belum diberlakukan pembatasan pembelian BBM subsidi. Meski demikian, Bahlil tetap mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penyalahgunaan, seperti pengisian berulang menggunakan jeriken atau bolak-balik ke SPBU.


“Untuk motor sampai sekarang mau isi berapa saja tidak apa-apa. Tapi kita harus punya hati. Jangan pakai jeriken, jangan bolak-balik. Kasihan rakyat kita,” tegasnya.


Pemerintah berharap kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam menjaga distribusi BBM subsidi tetap adil dan tepat sasaran, terutama di tengah tekanan kenaikan harga BBM nonsubsidi. *

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!