Nasional

Bahlil Peringatkan Orang Kaya Tidak Beralih ke BBM Subsidi: Itu Bukan Hak Kita, Apa Nggak Malu Kita?

Logo

Posted by: Deli Hermanto

21 April 2026 06:16 WIB

Bahlil Peringatkan Orang Kaya Tidak Beralih ke BBM Subsidi: Itu Bukan Hak Kita, Apa Nggak Malu Kita?
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (Youtube Kementerian ESDM)

Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengimbau masyarakat mampu agar tidak beralih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi. Ia menegaskan bahwa BBM subsidi diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil sebagai respons atas potensi meningkatnya konsumsi BBM subsidi akibat peralihan dari pengguna BBM non-subsidi. Menurutnya, perilaku tersebut dapat merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.

ADVERTISEMENT


“BBM subsidi itu untuk saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya. Apa nggak malu kita?” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).


Bahlil menekankan pentingnya kesadaran dari masyarakat mampu untuk tidak menyalahgunakan fasilitas subsidi. Ia mengingatkan bahwa subsidi energi merupakan bentuk bantuan negara yang harus tepat sasaran, terutama bagi kalangan ekonomi lemah.


Selain itu, pemerintah juga berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi guna mencegah penyalahgunaan di lapangan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


Sebagai bagian dari upaya pengendalian, pemerintah telah menetapkan skema pembatasan pembelian BBM subsidi. Bahlil menyebutkan bahwa pembelian akan dibatasi maksimal 50 liter per hari untuk setiap kendaraan.


“Lima puluh liter itu tangki sudah penuh, sudah bisa 300 sampai hampir 400 kilometer. Sebagai mantan sopir angkot, itu pengalaman saya. Terkecuali ada maksud lain kalau mau isi lebih dari itu,” tuturnya.


Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga keberlanjutan subsidi energi sekaligus memastikan distribusinya tepat sasaran di tengah dinamika harga energi global. *

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!