Internasional

Bagaimana Nasib Kapal Tanker Pertamina Usai Selat Hormuz Ditutup Lagi?

Logo

Posted by: Deli Hermanto

19 April 2026 09:22 WIB

Bagaimana Nasib Kapal Tanker Pertamina Usai Selat Hormuz Ditutup Lagi?
Foto: Kapal Tanker. Ilustrasi by Gemini AI

Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kelancaran pelayaran kapal-kapal tanker, termasuk dua armada milik Pertamina yang masih berada di kawasan Teluk Persia. Situasi ini terjadi hanya beberapa jam setelah jalur laut strategis tersebut sempat dibuka menyusul kesepakatan gencatan senjata.


PT Pertamina International Shipping (PIS) sebelumnya telah bersiap memanfaatkan momentum pembukaan Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026) dengan menyiapkan rencana pelayaran (passage plan) bagi dua kapal tanker, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro. Kedua kapal tersebut diketahui masih tertahan di wilayah Teluk Persia berdasarkan data pelacakan kapal hingga pekan lalu.

ADVERTISEMENT


Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif guna memastikan keamanan pelayaran. Persiapan tersebut meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, penggunaan navigasi elektronik, hingga penyusunan rencana kontingensi jika terjadi kondisi darurat.


“Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal dapat melintasi Selat Hormuz,” ujarnya dalam keterangannya.


Berdasarkan data pelacakan Vessel Finder, kapal Pertamina Pride terdeteksi berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara itu, kapal Gamsunoro berada di perairan dekat Dubai, Uni Emirat Arab. Kedua kapal tersebut hingga kini belum dapat melanjutkan pelayaran akibat situasi yang kembali tidak kondusif.


PIS juga terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas setempat. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh prosedur perizinan terpenuhi serta menjamin keselamatan awak kapal dan muatan.


Namun demikian, harapan untuk segera melintasi Selat Hormuz pupus setelah Iran kembali menutup jalur tersebut pada Sabtu (18/4/2026). Penutupan dilakukan hanya beberapa jam setelah sebelumnya dibuka, dengan alasan Amerika Serikat dinilai melanggar komitmen dengan tetap melanjutkan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar dari dan menuju pelabuhan Iran.


Dalam pernyataan resminya, otoritas militer Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap berada di bawah pengawasan ketat hingga kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang berhubungan dengan Iran dipulihkan.


Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa blokade terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan jika kesepakatan damai belum tercapai. Ia juga mengindikasikan kemungkinan tidak memperpanjang gencatan senjata yang akan berakhir dalam waktu dekat.


Kondisi ini menempatkan kapal-kapal tanker, termasuk milik Pertamina, dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Hingga saat ini, keselamatan awak kapal dan keamanan muatan tetap menjadi prioritas utama, sembari menunggu perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut. *

Mari bergabung bersama WA Grup dan Channel Telegram Moslemtoday.com, Klik : WA Grup & Telegram Channel

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!